TUGAS
RESENSI
KESIALAN
JUSTRU MENDATANGKAN TAWA
Disusun
untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah “Membaca Komprehensif”
Dosen
pengampu: M. Fakhrur Saifudin, M.pd
Disusun
Oleh:
Nama:
Arif Joko Purnomo
NIM:
A 310120149
Kelas:
2 D
PENDIDIKAN
BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
Resensi
Novel:
Judul:
Kesialan
Justru Mendatangkan Tawa
Latar
Belakang:
● Deskripsi
Buku:
- Identitas Buku:
Judul Buku :
Radikus
Makan Kakus
Pengarang : Raditya
Dika
Penerbit :
Gagasmedia
Kota
Terbit : Jakarta
Tahun
Terbit : 2012
Tebal
Buku : 230
Halaman
ISBN :979-780-166-7
- Sinopsis:
Novel
ini dibuat berdasarkan pengalaman-pengalaman dari si pengarang
(Raditya Dika) untuk menimbulkan suasana novel yang super gokil,
super kocak, dan super tolol. Novel Radikus Makan Kakus ini merupakan
kejadian nyata dari pengalaman-pengalamn Raditya Dika yang begitu
fakta dikemas dengan kata-kata yang super gokil dan super kocak
tersebut. Pengarang menceritakan tentang pengalamannya saat dia
mengajar siswa-siswanya. Dengan penuh percaya diri dia pertama
kalinya mengajar anak SMP (Sekolah Menengah Pertama) kelas tiga.
Di
hari pertama dia mengajar, dia membawa sebotol minuman fruit tea dan
beberapa batang coklat silver queen. Minuman fruit tea dan coklat
silver queen tersebut ditujukan kepada siswa-siswanya yang bisa
menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar.
Bukan
hanya itu saja, pada waktu dia ngabsen siswa-siswanya. Ada seorang
siswa yang diabsen dan namanya Sukro. Lalu guru tersebut bertanya
Sukro, kmu kacang apa manusia? Sukro menjawab, manusia pak. Dia
kirain merek kacang sukro yang dari PT Dua Kelinci itu. Semua kelas
ngetawain siswa yang bernama Sukro tersebut.
- Latar Belakang Pembuatan Buku:
Dika Angkasaputra
Moerwani atau yang sering disebut dengan nama Raditya Dika adalah
seorang penulis asal Indonesia, Raditya Dika lahir di Jakarta pada
tanggal 28 Desember 1984. Dia dikenal sebagai penulis novel-novel
jenaka. Kebanyakan novel-novel yang dari pengalaman dibuat blog dan
dijadikan buku. Raditya Dika pengarang novel yang luar biasa karena
kebanyakan judul-judul novel berasal dari nama-nama binatang. Dari
pengalaman itulah ia akhirnya mencoba untuk menawarkan tulisan di
blognya ke beberapa penerbit untuk di jadikan buku. Sempat ditolak
namun akhirnya tulisannya itu di terima oleh sebuah penerbit bernama
Gagasmedia.
Novel ketiga ini
berjudul “Radikus Makan Kakus : Bukan Binatang Biasa”. Buku
ketiga ini mengisahkan tentang pengalaman radith yang pernah menjadi
badut monas,untuk melakukan penelitiannya, mengajar bimbingan
belajar, lalu saat ia dikira hantu penuggu WC karena kelamaan didalam
WC, sampai cerita tentang kutukan orang NTB yang sering terjadi saat
mereka menertawakan orang tersebut.
Novel ini dibuat
berdasarkan pengalaman-pengalaman yang dibentuk menjadi buku. Novel
ini sebagai bacaan untuk menghibur para pembaca, karena terdapat
kata-kata yang super gokil dan sangat kocak. Novel ini dibuat supaya
pembaca mampu mengembangkan imajinasinya.
- Jenis:
- Novel nonfiksi
- Selera
Novel
Radikus Makan Kakus ini merupakan novel yang sangat menghibur para
pembacanya. Para pembaca tidak akan bisa berhenti tertawa pada saat
membaca novel tersebut, karena novel tersebut berisi
pengalaman-pengalaman si pengarang yang dibalut dengan kata-kata
gokil.
Contoh
beberapa kalimat yang membuat saya ketawa. Pengarang (Raditya Dika )
berkata seperti ini, “gue
datang di teknos lengkap dengan peralatan perang : rambut dicat
pirang, baju batik motif emas, sepatu pantovel, celana bahan,
ditambah satu kantong plastik yang berisi minuman fruit tea dan
coklat silver queen”. Ada seorang siswa yang bertanya kepada dia,
“kak saya mau tanya, kata siswa gendut dibelakang kelas. Iya
kenapa, kata guru tersebut. Siswa tersebut bertanya “kok kayak
macan sih”? Apanya yang kayak macan, kata guru itu. “rambut dicat
pirang dan baju batik motif emas kayak loreng macan,” kata anak
tersebut. Akhirnya semua ketawa sekelas”.
Cuplikan
cerita dalam novel tersebut menunjukan bahwa
kesialan
justru mendatangkan tawa. Dengan adanya celotehan-celotehan yang
mengakibatkan yang diceloteh tersebut sakit hati dan merasa marah
bahkan dirinya sial pada saat itu, kesialan itu dapat menghibur
orang-orang disekitar kita. Jadi kita bisa mengambil kesimpulan bahwa
menghibur orang tidak harus menggunakan barang atau berupa materi,
tapi kita bias menghibur orang lain maupun menghibur diri sendiri
dengan kata-kata kita.
- Kategori:
Pertama
saya membaca novel karya Raditya Dika yang berjudul “Kambing
Jantan”. Dalam karyanya tersebut Raditya Dika menceritakan semua
tentang segala aktivitas-aktivitasnya.Didalamnya terdapat cerita
konyol yang dilakukan oleh Raditya Dika tersebut. Diantara
pengalaman-pengalaman pribadinya ialah seekor tikus muda yang dikira
mengutuknya, ketiduran di rumah dikira pergi, belajar di negeri
orang, moral selingkuh versi dia, dan yang paling menarik dari
kesekian pengalamannya ialah pada saat dia mempunyai jerawat yang
sangat banyak, sehingga ibunya membersihkan jerawatnya dengan benda.
Benda itu bukan obat jerawat melainkan alat yang digunakan untuk
mengusap muka dia. Benda itu adalah celana kolor bekas punya ayahnya.
Walaupun
sedikit sama cerita pengalamannya yang tolol, dengan karya-karya
Raditya Dika setelah Kambing Jantan, dia mengeluarkan novel yang
berjudul “Radikus Makan Kakus”. Dalam novel yang berjudul Radikus
Makan Kakus, yaitu buku ketiga setelah Kambing Jantan. Novel yang
berjudul Radikus Makan Kakus ini menceritakan pengalaman-pengalaman
pribadinya dengan gaya Raditya Dika yang super gokil, bego, tolol,
dan cenderung ajaib.
Didalam
novel ini diceritakan beberapa pengalaman-pengalaman yang didengar
sangat konyol. Bukan hanya membuat si pembaca tertarik dengan cerita
Raditya Dika, tapi si pembaca mampu memberikan imajinasi untuk
memberi gambaran tentang isi pengalamannya tersebut. Kedua novel
tersebut sama-sama seru dan membuat para pembaca tertawa, tetapi
dibanding judul novel Kambing Jantan, Radikus Makan Kakus, novel ini
lebih seru bagi para pembacanya.
- Penilaian:
- Keunggulan dan Kelemahan:
Diantaranya
pada keunggulan novel ini adalah novel ini mempunyai keunggulan
berupa kata-kata yang dapat menghibur si pembaca karena gaya ungkapan
yang dicetuskan oleh pembuat novel ini (Raditya Dika). Bukan hanya
kata-kata yang dicetuskan oleh pengarang, tapi ada yang membuat
menarik di novel ini. Dinovel ini terdapat gambar-gambar yang membuat
pembaca berimajinasi dan mampu menangkap makna dari kata-kata maupun
gambar-gambar itu. Kemampuan
pengarang dalam novel ini sangat bagus
karena
di dalam novel yang berjudul
Radikus
Makan Kakus ini, pengarang menggunakan sudut pandang orang pertama,
sehingga pembaca tidak jenuh dan bosan saat membacanya. Dalam novel
ini terdapat hiburan menarik dari sang pengarang dengan celotehannya.
Bahwa
setiap membaca novel ini, si pembaca mampu berimajinasi dan mampu
membuat pikiran kita segar kembali karena pengalaman-pengalaman si
pengarang yang super kocak, gokil, bego, tolol, dan cenderung ajaib.
Isi buku ini memberikan si pembaca (termasuk saya sendiri),
menjadikan saya mempunyai pandangan tentang dunia anak muda saat
sekarang ini yang selalu gokil, tolol dan mampu mengekspresikan
imajinasinya melalui kata-kata atupun tulisan-tulisan yang dibuat.
Dan
penulis berhasil mengemas novel ini dalam kemasan yang sangat menarik
dan baik, sehingga penulis mampu mengajak pembaca untuk membaca novel
ini.
Selain
keunggulan, disisi lain novel ini juga memiliki kekurangan. Meskipun
ceritanya disajikan dengan begitu menarik, super kocak, gokil, bego,
tolol, dan cenderung ajaib. Pengarang memberikan celotehan-celotehan
kata yang ditulis sedikit jorok, misalnya sering mengupil, dan ada
juga kata-kata yang gak pantas ditiru si pembaca, contohnya kata
anjrit dan sebagainya.
- Kesimpulan:
Bahwa
novel Raditya Dika yang berjudul Radikus Makan Kakus ini mempunyai
susunan kata yang gokil sehingga si pembaca mampu berimajinasi dan
membuat pembaca terhibur karena pengalaman-pengalaman Raditya Dika
yang dibentuk novel. Selain itu, jalan cerita yang disajikan sangat
menarik, dan tidak menimbulkan kejenuhan bagi pembacanya untuk terus
mengikuti alur cerita novel selanjutnya, dan para pembaca tidak akan
bosan walaupun membaca berulang kali karena cerita yang ada
didalamnya sangat menghibur para pembacanya, sehingga novel ini layak
untuk dibaca.
COVER BUKU


Tidak ada komentar:
Posting Komentar