Rabu, 26 Juni 2013

TUGAS RESENSI
KESIALAN JUSTRU MENDATANGKAN TAWA
Disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah “Membaca Komprehensif”
Dosen pengampu: M. Fakhrur Saifudin, M.pd

Disusun Oleh:
Nama: Arif Joko Purnomo
NIM: A 310120149
Kelas: 2 D

PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
Resensi Novel:
Judul: Kesialan Justru Mendatangkan Tawa
Latar Belakang:
Deskripsi Buku:
  • Identitas Buku:
Judul Buku : Radikus Makan Kakus
Pengarang : Raditya Dika
Penerbit : Gagasmedia
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2012
Tebal Buku : 230 Halaman
ISBN :979-780-166-7

  • Sinopsis:
Novel ini dibuat berdasarkan pengalaman-pengalaman dari si pengarang (Raditya Dika) untuk menimbulkan suasana novel yang super gokil, super kocak, dan super tolol. Novel Radikus Makan Kakus ini merupakan kejadian nyata dari pengalaman-pengalamn Raditya Dika yang begitu fakta dikemas dengan kata-kata yang super gokil dan super kocak tersebut. Pengarang menceritakan tentang pengalamannya saat dia mengajar siswa-siswanya. Dengan penuh percaya diri dia pertama kalinya mengajar anak SMP (Sekolah Menengah Pertama) kelas tiga.
Di hari pertama dia mengajar, dia membawa sebotol minuman fruit tea dan beberapa batang coklat silver queen. Minuman fruit tea dan coklat silver queen tersebut ditujukan kepada siswa-siswanya yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar.
Bukan hanya itu saja, pada waktu dia ngabsen siswa-siswanya. Ada seorang siswa yang diabsen dan namanya Sukro. Lalu guru tersebut bertanya Sukro, kmu kacang apa manusia? Sukro menjawab, manusia pak. Dia kirain merek kacang sukro yang dari PT Dua Kelinci itu. Semua kelas ngetawain siswa yang bernama Sukro tersebut.

  • Latar Belakang Pembuatan Buku:
Dika Angkasaputra Moerwani atau yang sering disebut dengan nama Raditya Dika adalah seorang penulis asal Indonesia, Raditya Dika lahir di Jakarta pada tanggal 28 Desember 1984. Dia dikenal sebagai penulis novel-novel jenaka. Kebanyakan novel-novel yang dari pengalaman dibuat blog dan dijadikan buku. Raditya Dika pengarang novel yang luar biasa karena kebanyakan judul-judul novel berasal dari nama-nama binatang. Dari pengalaman itulah ia akhirnya mencoba untuk menawarkan tulisan di blognya ke beberapa penerbit untuk di jadikan buku. Sempat ditolak namun akhirnya tulisannya itu di terima oleh sebuah penerbit bernama Gagasmedia.
Novel ketiga ini berjudul “Radikus Makan Kakus : Bukan Binatang Biasa”. Buku ketiga ini mengisahkan tentang pengalaman radith yang pernah menjadi badut monas,untuk melakukan penelitiannya, mengajar bimbingan belajar, lalu saat ia dikira hantu penuggu WC karena kelamaan didalam WC, sampai cerita tentang kutukan orang NTB yang sering terjadi saat mereka menertawakan orang tersebut.
Novel ini dibuat berdasarkan pengalaman-pengalaman yang dibentuk menjadi buku. Novel ini sebagai bacaan untuk menghibur para pembaca, karena terdapat kata-kata yang super gokil dan sangat kocak. Novel ini dibuat supaya pembaca mampu mengembangkan imajinasinya.
  • Jenis:
  • Novel nonfiksi
  • Selera
Novel Radikus Makan Kakus ini merupakan novel yang sangat menghibur para pembacanya. Para pembaca tidak akan bisa berhenti tertawa pada saat membaca novel tersebut, karena novel tersebut berisi pengalaman-pengalaman si pengarang yang dibalut dengan kata-kata gokil.
Contoh beberapa kalimat yang membuat saya ketawa. Pengarang (Raditya Dika ) berkata seperti ini, “gue datang di teknos lengkap dengan peralatan perang : rambut dicat pirang, baju batik motif emas, sepatu pantovel, celana bahan, ditambah satu kantong plastik yang berisi minuman fruit tea dan coklat silver queen”. Ada seorang siswa yang bertanya kepada dia, “kak saya mau tanya, kata siswa gendut dibelakang kelas. Iya kenapa, kata guru tersebut. Siswa tersebut bertanya “kok kayak macan sih”? Apanya yang kayak macan, kata guru itu. “rambut dicat pirang dan baju batik motif emas kayak loreng macan,” kata anak tersebut. Akhirnya semua ketawa sekelas”.
Cuplikan cerita dalam novel tersebut menunjukan bahwa kesialan justru mendatangkan tawa. Dengan adanya celotehan-celotehan yang mengakibatkan yang diceloteh tersebut sakit hati dan merasa marah bahkan dirinya sial pada saat itu, kesialan itu dapat menghibur orang-orang disekitar kita. Jadi kita bisa mengambil kesimpulan bahwa menghibur orang tidak harus menggunakan barang atau berupa materi, tapi kita bias menghibur orang lain maupun menghibur diri sendiri dengan kata-kata kita.

  • Kategori:
Pertama saya membaca novel karya Raditya Dika yang berjudul “Kambing Jantan”. Dalam karyanya tersebut Raditya Dika menceritakan semua tentang segala aktivitas-aktivitasnya.Didalamnya terdapat cerita konyol yang dilakukan oleh Raditya Dika tersebut. Diantara pengalaman-pengalaman pribadinya ialah seekor tikus muda yang dikira mengutuknya, ketiduran di rumah dikira pergi, belajar di negeri orang, moral selingkuh versi dia, dan yang paling menarik dari kesekian pengalamannya ialah pada saat dia mempunyai jerawat yang sangat banyak, sehingga ibunya membersihkan jerawatnya dengan benda. Benda itu bukan obat jerawat melainkan alat yang digunakan untuk mengusap muka dia. Benda itu adalah celana kolor bekas punya ayahnya.
Walaupun sedikit sama cerita pengalamannya yang tolol, dengan karya-karya Raditya Dika setelah Kambing Jantan, dia mengeluarkan novel yang berjudul “Radikus Makan Kakus”. Dalam novel yang berjudul Radikus Makan Kakus, yaitu buku ketiga setelah Kambing Jantan. Novel yang berjudul Radikus Makan Kakus ini menceritakan pengalaman-pengalaman pribadinya dengan gaya Raditya Dika yang super gokil, bego, tolol, dan cenderung ajaib.
Didalam novel ini diceritakan beberapa pengalaman-pengalaman yang didengar sangat konyol. Bukan hanya membuat si pembaca tertarik dengan cerita Raditya Dika, tapi si pembaca mampu memberikan imajinasi untuk memberi gambaran tentang isi pengalamannya tersebut. Kedua novel tersebut sama-sama seru dan membuat para pembaca tertawa, tetapi dibanding judul novel Kambing Jantan, Radikus Makan Kakus, novel ini lebih seru bagi para pembacanya.

  • Penilaian:
  • Keunggulan dan Kelemahan:
Diantaranya pada keunggulan novel ini adalah novel ini mempunyai keunggulan berupa kata-kata yang dapat menghibur si pembaca karena gaya ungkapan yang dicetuskan oleh pembuat novel ini (Raditya Dika). Bukan hanya kata-kata yang dicetuskan oleh pengarang, tapi ada yang membuat menarik di novel ini. Dinovel ini terdapat gambar-gambar yang membuat pembaca berimajinasi dan mampu menangkap makna dari kata-kata maupun gambar-gambar itu. Kemampuan pengarang dalam novel ini sangat bagus karena di dalam novel yang berjudul Radikus Makan Kakus ini, pengarang menggunakan sudut pandang orang pertama, sehingga pembaca tidak jenuh dan bosan saat membacanya. Dalam novel ini terdapat hiburan menarik dari sang pengarang dengan celotehannya.
Bahwa setiap membaca novel ini, si pembaca mampu berimajinasi dan mampu membuat pikiran kita segar kembali karena pengalaman-pengalaman si pengarang yang super kocak, gokil, bego, tolol, dan cenderung ajaib. Isi buku ini memberikan si pembaca (termasuk saya sendiri), menjadikan saya mempunyai pandangan tentang dunia anak muda saat sekarang ini yang selalu gokil, tolol dan mampu mengekspresikan imajinasinya melalui kata-kata atupun tulisan-tulisan yang dibuat. Dan penulis berhasil mengemas novel ini dalam kemasan yang sangat menarik dan baik, sehingga penulis mampu mengajak pembaca untuk membaca novel ini.
Selain keunggulan, disisi lain novel ini juga memiliki kekurangan. Meskipun ceritanya disajikan dengan begitu menarik, super kocak, gokil, bego, tolol, dan cenderung ajaib. Pengarang memberikan celotehan-celotehan kata yang ditulis sedikit jorok, misalnya sering mengupil, dan ada juga kata-kata yang gak pantas ditiru si pembaca, contohnya kata anjrit dan sebagainya.

  • Kesimpulan:
Bahwa novel Raditya Dika yang berjudul Radikus Makan Kakus ini mempunyai susunan kata yang gokil sehingga si pembaca mampu berimajinasi dan membuat pembaca terhibur karena pengalaman-pengalaman Raditya Dika yang dibentuk novel. Selain itu, jalan cerita yang disajikan sangat menarik, dan tidak menimbulkan kejenuhan bagi pembacanya untuk terus mengikuti alur cerita novel selanjutnya, dan para pembaca tidak akan bosan walaupun membaca berulang kali karena cerita yang ada didalamnya sangat menghibur para pembacanya, sehingga novel ini layak untuk dibaca.

                                                   COVER BUKU

Selasa, 02 April 2013

Nama : Arif Joko P
Nim : A310120149
Kelas : 2D
TUGAS ABSTRAK
MEMBACA PEMAHAMAN
(Judul Asli: “ Teori Membaca : Pembelajaran Membaca Pemahaman”)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Membaca pemahaman adalah membaca yang dilaksanakan dengan tanpa mengeluarkan suara (yang terlibat hanyalah mata dan otak), dengan tujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam bacaan berupa norma-norma kesastraan, resensi kritis, drama tulis, pola-pola fiksi. Membaca pemahaman menuntut ingatan dapat memahami isi bacaan semaksimal mungkin.
Membaca pemahaman merupakan kegiatan membaca yang bertujuan untuk memahami dan mengetahui isi yang ada pada bacaan yang mendalam. Kita pada waktu membaca novel atau cerpen, sesungguhnya kita sudah melakukan membaca pemahaman. Selain itu tujuan yang lainnya adalah membaca pemahaman untuk menemukan, memahami dan seterusnya.
Pada saat melakukan pembelajaran membaca pemahaman ada tiga tahap, yaitu Tahap Prabaca, Tahap Saat Baca dan Tahap Pasca Baca. Metode yang digunakan dalam membaca pemahaman yaitu dengan membaca bacaan yang teliti dan mendalam agar dapat mengetahui isi dengan baik.
Hasil penelitian dari membaca pemahaman ada banyak manfaatnya bagi pembaca yaitu dapat meningkatkan minat dan kualitas membaca pemahaman, sehingga mampu memahami isi yang terkandung dalam sebuah bacaan semaksimal mungkin. Selain itu pembaca memiliki vocabulary yang luas.
Kata kunci: membaca pemahaman.

Rabu, 13 Maret 2013





 







DASAR-DASAR  LINGGUISTIK UMUM
            Linguistik adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa sebagai alat komunikasi. Cakupan linguistik meliputi dua lingkup yaitu mikrolinguistik dan makro linguistik. Mikrolinguistik yaitu lingkup linguistik yang mempelajari bahasa dalam kepentingan ilmu bahasa.
Bidang Dan Subdisiplin Mikrolinguistik Meliputi :
1.      Teori-Teori Linguistik
a.       Teori Tradisional
b.      Teori Struktural
c.       Teori Transformasi
d.      Teori Tagmemik
2.      Linguistik Historis
3.      Pebandingan Bahasa
4.      Deskripsi Bahasa
a.       Fonetik
b.      Fonemik
c.       Morfologi
d.      Sintaksis
e.       Semantik
Makrolinguistik yaitu lingkup linguistik yang mempelajari bahasa dengan dunia luar. Makrolinguistik meliputi bidang linguistik interdisipliner dan bidang linguistik terapan.
1.      Bidang Linguistik Interdisipliner Yaitu :
a.       Sosiolinguistik
b.      Psikolinguistik
c.       Semiotik
2.      Bidang Linguistik Terapan Yaitu :
a.       Fonrtik Terapan
b.      Perencanaan Bahasa
c.       Pragmatik
            Fonetik adalah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa tanpa menghiraukan arti. Ada duamacam fonetik yaitu fonetik akustik dan fonetik artikulatoris. Fonetik akustik ialah mempelajari bunyi bahasa hasil getar semata-mata. Fonetik artikulatoris ialah mempelajari bunyi bahasa sebagai hasil alat ucap manusia. Bunyi bahasa terjadi karena bergetarnya pita suara sebab tertiup udara dari paru-paru yang kemudian diteruskan keluar melalui lewat mulut atau hidung. Bunyi yang keluar itu berasal dari hembusan nafas yang berasal dari paru-paru disebut egresive. Sedangkan bunyi yang dihasilkan oleh hembusan udara yang masuk ke paru-parudinamakn ingresive.
            Fonemik ialah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa yang membedakan arti. Macam fonem terbagi menjadi dua yaitu fonem segmental dan fonem supra segmental. Fonem segmental adalah fonem yang mempunyai tempat didalam urutan sintagmatik. Fonem suprasegmental adalah fonem yang tidak memiliki tempat didalam urutan sintagmatik.
            Morfologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bentuk kata. Morfem adalah bentuk gramatikal terkecil. Distribusi morfem dibedakan atas dua macam yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri. Contohnya rumah, buku, mandi. Morfem bebas adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri, kehadirannya selalu bersama-sama dengan morfem yang lain. Proses morfologis diantara lain afiksasi, reduplikasi, komposisi, suplisi, perubahan internal, dan modifikasi kosong. Afiksasi adalah proses pembentukan  kata dengan cara penambahan afiks pada bentuk dasar. Reduplikasi adalah proses pembentukan kata kompleks pengulangan morfem secara parsial. Komposisi adalah penggabungan dua morfem atau lebih yang membentuk kata kompleks. Suplisi adalah proses morfologis dengan cara pengubahan bentuk dasar secara total. Perubahan internal adalah proses morfologis yang berupa perubahan unsur didalam bentuk dasar. Modifikasi kosong ialah proses morfologis yang tidak terwujud dalam suatu bentuk.
            Sintaksis adalah subdisiplin linguistik yang mengkaji susunan frasa sampai kalimat. Tiga tataran gramatikal yang menjadi garapan sintaksis yaitu frasa, klausa, dan kalimat. Frasa yaitu kontruksi gramatikal yang terdiri atas dua kata atau lebih. Klausa yaitu satuan gramatikal yang berkontruksi S-P.kalimat yaitu satuan gramatik yang bermakna proposisi yang secara potensial terdiri dari klausa-klausa.